Surat Teruntuk Kekasih Gelap Ku

Teruntuk kekasih gelapku di mana pun
engkau berada….

Assalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh

image

Dear, Kekasih gelap…

Gelapnya dirimu, misteriusnya
sosokmu. Jangankan wajahmu, bahkan
bayanganmu pun tak terjangkau
olehku. Sebegitu gelapnya dan
terlampau misteriusnya kah dirimu?
Sehingga namamu saja aku tak boleh
tau?!!

Dear, Kekasih gelap…

Makanya aku bilang ke orang-orang
takala ditanya tentang kekasih….
“siapa bilang aku tak punya kekasih!”
Aku udah punya lagii wee…. kekasih gelap malah. Iya, bahkan aku dan kamu sudah dijodohkan. Bukan sembarang perjodohan, yang menjodohkan adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Kuasa segala-galanya.. Sang Pemberi Jodoh

Dear, Kekasih gelap….

Aku cuma tersenyum sinis sembari
leng geleng geleng takala melihat
banyak orang tertipu dengan
fatamorgana. Fatamorgana yang
mereka katakan cinta…. Mereka
berdandan seronok, menghiasi
tubuhnya, melumasi bibirnya… demi satu hal…. mendapatkann kekasih semunya. Sementara di sini aku terlampau tenang, hatiku telah nyaman…. aku tak perlu ikut-ikutan mereka, aku gak perlu terjerambah termakan rayuan-rayuan gombal… gak
perlu banget! Karena aku telah
memilikimu…. kekasih gelapku….

Dear, Kekasih gelap…..

Sebuah anugerah indah yang telah
dipersiapkan semenjak diri ini tercipta. Sebagaimana kelahiran, kematian, dan
rizki telah terpatrikan, maka kekasih pendamping pun telah tergariskan. Tinggal bagaimana azzam kita dalam
menggapai garisan itu. Sang kekasih gelap, pelengkap diri… sayap-sayap
yang membawa raga melayang arungi samudera.

Dear, Kekasih gelap….

Firman Allah telah gamblang terurai…..
Perempuan yang baik untuk laki-laki
yang baik…. serta sebaliknya. Jadi,
kekasih gelap…. berjanjilah padaku,
kamu mesti persiapkan diri…. jadilah
kekasih gelap yang cemerlang dengan keshalihahannya…. sementara doakan
diriku ini juga bisa meniti
mengimbangi dirimu. Aku tak ingin
perjodohan kita yang telah terjalin
malah membuahkan kebusukan.
Citaku, kita, sepasang merpati yang bersujud bersimpuh bersama kehadiratNya. Dalam peluk erat sayap-sayap kita mengangkasa menuju MardhatillahNya.

Dear, Kekasih gelap….

Cinta adalah cahaya ghaib yang
bersinar dari kedalaman kehidupan
yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Cinta kita pengennya cinta yang suci, yang tak mengabur oleh debu-debu dunia. Cinta kita sesejuk embun pagi, sehangat
mentari, sedamai awan-awan membiru di cakrawala.

Dear, Kekasih gelap….

Namun bila kamu bertanya padaku,
“seberapa besar cintaku padamu?”.

Maka maafkan aku… kamu bukan cinta
pertamaku. Maafkan sekali lagi, karena
kamu hanya aku jadikan yang kedua,
malah bisa jadi yang ketiga keempat,
atau bahkan ke tujuhbelas.

Kamu cemburu? Aaahh… sirnakan
cemburumu itu sayang. Karena kamu
tak pantas cemburu kepada cinta-cinta pertamaku. Telah terteguhkan cinta,telah tertambatkan sayang kepada
Yang Maha Sayang, Kemudian pada kekasih penyampai risalah agung,kemudian kepada jalan berduri perjuanganNya. Hingga bila satu
ketika aku acuhkan kamu tatkala
beromansa dan bercumbu dengan
cinta-cinta pertama…. jangan sekali-kali kamu mengirikannya yaa. Janji yaa! Kalau kamu tak bersedia ya sudah. Aku juga gak maksa kok.

Dan kecintaan mana lagi yang lebih
besar, dibandingkan dengan
mengokohkan ketakwaan, meneladani
sunnah RasulNya dan mengabdikan
diri semata untuk perjuangan di
jalanNya.

Dear. Kekasih gelap

Maka, kalaupun kita saling mencinta
jadikanlah cinta kita adalah cinta yang kedua, jauh di bawah kecintaan kepada Allah serta RasulNya dan Jihad
di jalanNya. Biarlah kamu jadikan aku yang kedua!! Aku terima !! Yang penting di barisan cinta pertamamu
adalah cinta kepada Allah. Cinta mana yang lebih memesona…

Dan bila suatu saat kita
kumandangkan cinta, maka jadikan kumandang cinta itu adalah cinta semata-mata karena Allah, seraya kita buang jauh-jauh cinta semu yang selama ini telah melenakan

Dear, Kekasih gelap

Cintaku cinta sejati… bukan cinta
semu… seperti dengan besar mulut
dikatakan orang yang berpacaran
“engkaulah cinta sejati, cintaku hanya
untukmu, sehidup semati” Ughhhh..,
betapa angkuhnya bila demikian.
Sehingga dia menganggap sepi cinta-
cinta yang lain, dan menganggap
sejati kemaksiatannya.
Namun, aku akan mengatakan begini,
”Aku cinta kamu, tapi aku lebih cinta
Allah. Cintaku telah banyak terbagi-bagi buat Allah, buat Rasul, buat duri perjuangan Islam, buat Ortu, buat saudara-saudara muslim… sisanya
buat kamu paling cuma beberapa
persen. Tapi aku akan mencintaimu dengan tulus ikhlas sebagaimana cinta
Khadijah kepada Rasulullah saw,dan cinta Fatimah kepada Ali . Insyaallah”

Dear, Kekasih gelap

Aku juga gak bakalan mau dan gak
rela!!! Kamu kayak Romeo yang sudi
mati demi Juliet. Enak aja! Mati apaan kayak gitu, gak keren banget!!! Aku
pengen kita nantinya sama-sama mati syahid, entah itu di medan jihad atau di tiang gantungan. Wuih, keren gak tuh. hehehe (LEBAY.COM)

Dear, Kekasih gelap….

Izinkan aku buka tabir kegelapanmu….

izinkan yaaak!!!….

sedikiittt sajaaa….

gak pa pa yaaak…
aku buka yaaaa?!!…
boleh yaaaak??!!
boleh kan??
boleh wis!!!
aku hitung yak!!

1…..

2….

3….

Eitttttt!!!

Tapi diammu pekat….
dan kamu menghilang lagi….
Tak sempat secuil pun kugapai
hadirmu…

Dear,Kekasih gelap….

Paras cantik bukan segala, harta
melimpah tidaklah seberapa, keturunan mulia pun tidak utama. Mengikut sabda Rasulullah, maka agamalah….
maka taqwalah fokus semua. Jadi
janganlah kamu kecewa bila kamu
gagal menemui tiga yang pertama
dalam diriku. Namun, Ya Allah….
biarkan hiasan taqwalah yang
menjelma di diri ini….

Dear, Kekasih gelap…..

Maafkan aku, karena cinta kita bisa jadi takkan seindah lafal novel romeo dan juliet yang bertabur bunga. Nggak,aku “cuma” bercita membawakan semerbak cintanya Fatimah kepada Ali yang sederhana namun menggetarkan
dunia. Cinta kita bisa jadi tak seabadi bunga edelweis. Nggak, aku “cuma” bercita mengabadikan cinta kita seabadi dan seindah wangi bebungaan jannah.

Terlalu muluk memang… Diri kita
terlampau nista untuk mencapainya.
Tapi apa salah bila aku mencitakan bahagia?

Dear, Kekasih gelap…..

Cinta kita akan bertabur darah. Darah perjuangan tuk menegakkan
kalimatullah. Mukamu bakal tergurat dengan getir perjuangan. Namun di saat itu teruslah basahi bibirmu dengan pekik-pekik perjuangan, saat-saat seperti itu tetap fokuskan lensa matamu menatap surga keabadian
yang dijanjikan.

Dear, Kekasih gelap…..

Suatu ketika bila sayapmu melemah
mengepak……..Hancur patah rapuh
meringkuk
Maka dari sepenuh sisimu, insyaallah aku sokong kepakan itu, hingga walaupun dalam tertatih dan terseok,terbang kita terus melaju.
Percayalah… Allah senantiasa ada
bersama kita… dalam suka
bertahmidlah, dalam duka bertakbirlah.
Zikir kita mengalun bersama semesta.

Dear, Kekasih gelap……

Terpisah jarak dan waktu…. terpisah oleh tanda tanya tak menentu…. tapi yakinku layaknya keyakinan akan terbitnya mentari esok pagi. Bahwa Allah tak pernah mengingkari janji.
Hingga kedua kekasih gelap menjelma jadi satu bahtera. Barakallahu lahum.

Dear, Kekasih gelap……

Ketika malam telah berselimut
sepertiga, uraikanlah sajadah
panjangmu….. dari bilik sebelah sini aku juga uraikan sajadah panjangku…
hingga di sebuah tempat entah
dimana… bersama alunan nada-nada doa, kedua sajadah panjang kita bersua menyatu..

Dear, Kekasih gelap

Terakhir, biarlah cinta ini disimpan
dalam bilik-bilik kalbu kita. Jangan sampai syaitan bisa mengambil kesempatan menyeret kita untuk menodainya. Biarlah kita tabung, kita pelihara dan kita kerangkeng… hingga
nanti Allah bersedia mempersatukannya dalam ikatan yang sah dan Dia ridhai
Amiin Allahumma Amiin …………

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s