Ketika

ketika marah aku merasa seperti matahari yang menyinari bumi dengan teriknya

ketika ku bersedih aku merasa seperti mendung yang meredupkan bumi 

ketika ku menangis aku merasa seperti hujan deras yang mampu membasahi bumi

ketika ku berteriak saat menangis aku merasa seperti petir dan geledek yang mampu mengejutkan bumi

ketika ku tersenyum bahkan tertawa aku merasa seperti pelangi yang mampu memberi keceriaan di bumi setelah gemuruh, petir dan derasnya hujan

ketika ku kesepian aku merasa seperti malam tanpa bintang yang memberi kesunyian di bumi 

ketika aku merasa damai aku merasa seperti malam yang bertabur bintang dan bulan yang mampu menenangkan bumi 

aku berkata padamu..

ingatlah aku ketika panas terik matahari anggap saja aku sedang marah

Ingatlah aku ketika aku menghangatkanmu anggap aku seperti matahari di pagi hari

ingatlah aku ketika mendung datang anggap saja bahwa aku sedang bersedih

ingatlah aku ketika hujan deras datang anggap saja bahwa aku sedang menangis

ingatlah aku ketika petir mengguncang anggap saja aku sedang berteriak dan merintih

ingatlah aku ketika pelangi memamerkan warnanya anggap saja bahwa aku sedang tersenyum dan tertawa

ingatlah aku ketika malam sunyi melanda anggap saja bahwa aku sedang merasa sendiri dan kesepian

ingatlah aku ketika malam bertabur bintang dan bulan anggap saja bahwa aku sedang merasa damai

ingatlah aku dimanapun kamu berada dan cuaca apapun yang kamu rasakan karna mungkin saja ada aku disitu 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s