Bunga Keabadian Namun Tak Abadi

EDELWEIS bunga keabadian namun tak abadi,,

Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Mmm.., kalau bicara mengenai mitos memang susah, meskipun terkadang itu tidak masuk akal. Tapi di lain sisi, ketika posisi kita telah menjadi korbannya, justru sebaliknya, “Mitos mampu mengalahkan sebuah logika dan keyakinan”. Nggak percaya? Coba deh tanyain ke teman-teman kamu mengenai hal ini. Atau mungkin diantara kamu memiliki cerita tersendiri mengenai mitos in

Ungkapkan cinta dengan sekuntum bunga. Mawar merah pertanda cinta membara, mawar putih tanda cinta yang tulus, dan bunga edelweis adalah tanda cinta abadi. Tapi, kendati cinta rasa cinta hangat membara, seorang pecinta alam tetap pantang memetik edelweis. Sebab, bertentangan dengan filosofi pecinta alam sejati, “pantang meninggalkan sesuai selain jejak kaki, pantang membawa sesuatu selain kenangan,”…

Kata “edelweiss” berasal dari bahasa Jerman, “edel” berarti, suci, mulia, dan “weiss” berarti putih. Pohon berbunga indah ini termasuk tumbuhan endemik zona alpina/montana. Ia tumbuh di berbagai kawasan pegunungan pada ketinggian tertentu. Tegakannya rata-rata tak melebihi 1 meter, tapi bisa juga mencapai 8 meter. Ada beragam jenis edelweiss. Namun yang populer di Indonesia adalah Edelweis jawa (Javanese edelweiss).

Kembang edelweiss itu unik. Bentuknya kecil-kecil, cantik dan tak pernah layu, sehingga dipandang sebagai simbol cinta abadi. Edelweiss merupakan family dari bunga matahari (sunflower). Kata edelweiss berasal dari bahasa Jerman “edel” yang berarti mulia, dan “weiss” yang berarti puti

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan yang bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman langka.

Orang sering menyebutkan bahwa edelwies merupakan lambang ketulusan cinta. Mengapa demikian karena mengingat tekstur yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih (walau ini sebenarnya tergantung kepada habitat di mana ia tumbuh yang menyebabkan warnanya agak kekuning-kuningan, keabu-abuan ataupun kebiru-biruan).

Edelweis juga melambangkan pengorbanan. Karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Ditambah lagi dengan adanya larangan membawa pulang bunga ini, pemetik harus main petak umpet dengan petugas Jagawana. Dan jika kedapatan memetik bunga ini, terpaksa harus berendam di Ranu Kumbolo malam-malam ketika ketahuan mengambil bunga ini di Gunung Semeru.
Yang paling dasyat, meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan dan tidak akan pernah layu. Karenanya edelweis adalah bunga keabadian. ya betul sekali bunga keabadian namun tak abadi, Bunga yang membuat cinta akan tetap abadi!

hmmm berharap suatu saat ada yang memetikkan bunga itu untuk ku he^^he,,,,

2 thoughts on “Bunga Keabadian Namun Tak Abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s